Saya akan mencoba menganalisis artikel mengenai Perencanaan Organisasi, Kemitraan dan Risiko Bisnis. Dalam hal ini terbagi dalam tiga aspek yaitu Aspek organisasi dan sumber daya manusia, kemitraan, dan risiko. Pertama saya akan memulai dari aspek organisasi dan sumberdaya manusia terlebih dahulu.

Aspek Organisasi dan Sumberdaya Manusia

Pengorganisasian merupakan pengelompokkan suatu organisasi ke dalam jenis pekerjaan tertentu dan hubungan kerja atau sebaliknya. Dalam hal organisasi, terdapat tiga level manajemen yang berbeda, yaitu top, middle, dan line. Ketiganya memiliki wewenang dan otoritas yang berbeda pula. Dibawah ini akan dijelaskan hal-hal yang sering terdapat pada perencanaan bisnis, khusus untuk aspek organisasi dan manajemen sumber daya manusia :

1. Legalitas dan ruang lingkup pengembangan usaha

Dalam hal ini terdapat suatu bentuk badan usaha yang dilindungi oleh hukum. Contohnya CV, PT, Koperasi dll. Ruang lingkup dalam kegiatan usahanya tersebut tergantung dengan bentuk usaha yang dipilih oleh pelaku usaha.

2. Perijinan yang berkaitan dengan jenis surat ijin usaha

Dalam melakukan bisnis atau kegiatan usaha lain pasti harus membutuhkan perijinan agar kegiatan bisnis dapat berjalan dengan lancar. Jenis-jenis surat izin usaha diantaranya adalah SIUP, SITU, ijin gangguan, dan IMB.

3. Kepemilikan usaha berdasarkan bentuk usaha yang dipilih

Jika seorang pebisnis memilih bentuk usahanya yaitu PT, maka kepemilikannya didasarkan oleh saham dari investor.

4. Struktur organisasi berkaitan dengan job description, bentuk struktur organisasi, aturan bentuk struktur, dan efisiensi organisasi

5. Dalam mengatur gaji atau upah harus didasari oleh :

  • Job description
  • Aturan upah dan gaji setempat
  • Aturan kemungkinan perusahaan meningkatkan kapasitas
  • Periode kenaikan gaji
  • Jenis tunjangan
  • Aturan pembagian hasil
  • Persentase keuntungan untuk pengembangan usaha dan pimpinan perusahaan.

6. Infrasturktur dan peralatan yang berkaitan dengan administrasi dari infrastruktur dan peralatn perasional perusahaan, sehingga apabila terjadi kebangkrutan maka penjualan aset yang merupakan jalan keluar kebangkrutan dapat berjalan semestinya.

7. Visi dan misi organisasi berkaitan dengan tujuan awal yang panjang mengarahkan perusahaan ke depannya, sehingga pada operasionalnya dapat trkendalikan dengan baik melalui visi dan misi yang telah dibuat tersebut.

Untuk yang kedua, saya akan mencoba menganalisi dari aspek menitraan.

Aspek Kemitraan

Dalam melakukan kegiatan usaha pasti kita membutuhkan adanya partner bisnis atau mitra bisnis. Hal ini dilakukan untuk tujuan saling mendapatkan keuntungan dari kerjasama, saling membutuhkan satu sama lain, dan dapat saling mengembangkan serta memperluas ruang lingkup usahanya. Dorongan membangun kemitraan pada masing-masing stakeholders adalah untuk pemerintah sebagai dasar pemihakan, untuk pengusaha besar sebagai dasar kepedulian, dan untuk pengusaha kecil sebagai dasar kebutuhan.

Pola kemitraan merupakan tuntutan objektif bagi keberadaan agribisnis karena

  1. agribisnis sebagai sistem integras
  2. Sebagai solusi dalam sistem agribisnis
  3. Tuntutan praktek bisnis
  4. Untuk pengembangan pasar, usaha, teknologi, dan sumberdaya.

Perencanaan kemitraan dibagi dua, yaitu kemitraan vertikal dan horizontal.

Kemitraan vertikal adalah kemitraan yang dilakukan pada rantai suplai yang berjenjang. Adapun kemitraan vertikal antara lain:

  • Kemitraan bahan baku yang berguna memastikan ketersediaan bahan baku dari segi jumlah, harga, dan waktu penggunaan.
  • Kemitraan modal yang berguna agar modal mudah diperoleh, biaya pinjam modal efisien, dan adanya kepastian akses modal
  • Kemitraan distribusi yang berguna untuk menekan biaya transaksi, kepastian harga, jumlah, dan spesifikasi, serta untuk memperbesar kontinuitas dan interkoneksi wilayah distribusi yang terbatas
  • Kemitraan produk yang berguna menyalurkan produk apabila produk yang dihasilkan adalah produk mentah, setengah jadi, atau produk akhir.

Kemitraan horizontal adalah persekutuan yang dari dua orang atau lebih yang memiliki level yang sama pada rantai nilai industri, dimana sebagai pemilik bersama yang menjalankan suatu bisnis untuk mencari keuntungan. Esensi dari kemitraan ini adalah mampu berkontribusi bersama, baik berupa modal kerja dan mampu berinteraksi sesuai kesepakatan dan kode etik yang telah disepakati bersama oleh pihak-pihak yang ada di dalam persekutuan tersebut. Kemitraan horizontal ini dalam agribisnis relatif lebih berkembang yang bergerak di subsistem usahatani karena dalam kemitraan ini tidak memiliki interpendensi antara patron dan client yang asimetris dan jarang terjadi ekspoitasi antara pihak-pihak terkait.

Kemudian yang terakhir adalah resiko dalam suatu proses manajemen. Dimana akan saya jelaskan di bawah ini.

Risiko Bisnis

Dalam menjalankan sebuah usaha atau bisnis pasti pernah mengalami kerugian ataupun risiko-risiko lainnya. Dapat dikatakan pula bahwa semakin tinggi deviasi maka semakin tinggi risiko. Dibawah ini adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko, yaitu :

  • Physical hazard

Kondisi fisik yang meningkatkan risiko, seperti keadaan konstruksi pabrik yang tidak memenuhi presisinya sehingga dapat menimbulkan risiko bagi pabrik maupun orang-orang yang ada disekitar pabrik.

  • Moral hazard

Kondisi moral dari pihak-pihak terkait, seperti ketidakjujuran dalam laporan keuangan. Laporan keuangan tersbut bisa saja ditulis melebihi apa yang sebenarnya. Misalnya pengeluaran yang sesungguhnya senilai Rp 2.000.000 , namun ditulis di laporan keuangan senilai Rp 2.500.000 .

  • Morale hazard

Kondisi terjadinya risiko yang terkait dengan asuransi, seperti membiarkan mobil yang telah diasuransikan hilang. Hal tersebut dilakukan agar orang tersebut mendapatkan premi atau uang dari mobil yang telah di asuransikan tersebut. Pihak asuransi menjadi rugi karena perilaku orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.

  • Legal hazard

Penyimpangan yang terkait dengan legalitas perundang-undangan yang berlaku, seperti melakukan pembajakan terhadap produk yang telah memiliki lisensi resmi. Orang yang tidk bertanggung jawab dan ingin mengambil untung dari orang lain tanpa adanya izin pasti memiliki berbagai cara untuk mewujudkannya. Contohnya para pedagang DVD bajakan, mereka menjual DVD yang tidak memiliki izin resmi untuk dijual kembali dari para pihak yang telah dirugikan. Hal ini dapat membuat kerugian besar baik bagi para pelaku seni maupun pihak manajemennya.

Klasifikasi risiko yang terdiri dari tiga bagian antara lain

  • Risiko murni dan risiko spekulasi

Dimana suatu situasi hanya terdapat satu kemungkinan bagi perusahaan mengalami kerugian atau tidak, seperti bencana kebakaran pada pabrik

  • Risiko mendasar dan risiko spesifik

Dimana suatu ketidakpastian yang mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan atau kelompok dalam jumlah besar, seperti isu perekonomian negara (inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi dll).

  • Risiko perusahaan

Terdiri dari risiko murni, risiko spekulasi, risiko strategis (risiko yang timbul akibat ketidakpastian terhadap hasil yang ditargetkan dan diimplementasikan oleh perusahaan, seperti adanya risiko produksi produk baru yang ternyata rugi di pasaran), dan risiko operasional (risiko yang timbul akibat aktivitas operasional, seperti penggunaan mesin tua yang mengakibatkan efisiensi produksi menurun dan menambah beban biaya produksi.

Sumber :  http://m.kompasiana.com/post/read/457617/1/menilik-perencanaan-organisasi-kemitraan-dan-risiko-bisnis.html

softskill2