Ada kalanya pengusaha mengeluh mengenai perusahaannya yang kurang memuaskan. Padahal, proyek yang diterima cukup banyak dan pengusaha tersebut sudah melakukan yang terbaik untuk perusahaannya. Hal ini mungkin pernah dialami oleh sebagian orang yang menggeluti dunia usaha. Lalu, bagaimana mengelola perusahaan dengan baik? Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengelola perusahaan agar lebih baik lagi.

  1. Sistem Pengelolaan

Pengelolaan perusahaan tergantung dari skala dan kapasitas perusahaan tersebut. Karena ada perusahaan dengan skala lokal, nasional sampai internasional memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Serta untuk perusahaan dengan kapasitas kecil, menengah ataupun besar juga memiliki pendekatan yang berbeda-beda.

Salah satu contoh nya adalah perusahaan Ciputra Group. Mereka lebih menekankan pada pengelolaan risiko yang baik supaya dengan risiko yang kecil dapat memperoleh hasil yang maksimal. Mereka juga memiliki prinsip seperti berikut :

  • Transparansi, yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan serta keterbukaan dalam mengemukakan informasi materil dan relevan mengenai perusahaan. Transparansi telah tercermin dalam proses pengambilan keputusan yang dilakukan saat rapat Direksi, baik yang dilakukan pada saat rapat Direksi secara internal, rapat Direksi dengan Jajaran Perusahaan maupun rapat Direksi yang dilaksanakan bersama Dewan Komisaris.
  • Kemandirian, yakni pengelolaan perusahaan secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. Dalam melaksanakan kegiatannya, Perseroan berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan dan tertuang dalam prinsip-prinsip koorporasi tanpa ada paksaan.
  • Akuntabilitas, yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organisasi yang memungkinkan pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif. Dalam pelaksanaannya akuntabilitas ini telah tercermin pada berbagai sandaran dan acuan kinerja Perseroan.
  • Pertanggungjawaban, adalah kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. Dalam hal ini, segala aksi, tindakan dan kinerja Perseroan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Kewajaran, adalah perlakuan yang sama dalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan berdasarkan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku. Hal ini dilakukan secara adil dengan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh jajaran.
  1. Sistem Keuangan

Mengenai keuangan perusahaan yang bagaimana yang dinyatakan sehat juga tergantung dari skala dan kapasitas perusahaan itu. Tapi sebenarnya untuk melihat secara keseluruhan keuangan perusahaan yang sehat, setidaknya dilihat dari seluruh sudut pandang berikut ini:

  • Dari segi Rasio Aktivitas keuangannya ada 3 (tiga) , yaitu aktivitas penggunaan dana, aktivitas perolehan dana dan aktivitas pengelolaan aktiva. Misalnya penagihan periode rata-rata atau Average Collection Periode (ACP) dan Rasio perputaran total aktiva (Total Asset Turn Over).
  • Dari segi Rasio Likuiditasnya; Likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban-kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi melalui posisi keuangan jangka pendek perusahaan. Misalnya Rasio Lancar (Current Ratio), Rasio Cepat (Quick Ratio), Rasio Kas (Cash Ratio), Rasio Aktiva Lancar dan Total Aktiva.
  • Dari segi Rasio Solvabilitas. Solvabilitas dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Misalnya Rasio Modal dengan Total Aktiva (Owners Equity to Assets Ratio), Rasio Modal Sendiri dengan Aktiva Tetap (Owner Equity to Fixed Assets Ratio) dan Rasio Aktiva tetap dengan hutang jangka panjang.
  • Dari segi Rasio Profitabilitas. Rasio profitabilitas adalah hasil bersih dari berbagai kebijaksanaan dan keputusan, rasio ini memberikan jawaban akhir tentang seberapa efektif perusahaan dikelola. Misalnya Laba bersih terhadap penjualan (Profit margin on sales), Rasio hasil pengembalian atas investasi atau return on investment (ROI) dan Rasio hasil pengembalian atas ekuitas atau return on equity (ROE).

3.  Upaya Manajemen Bisnis

Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:

  • Manajemen produksi
    Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.
  • Manajemen pemasaran
    Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran. Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.
  • Manajemen distribusi
    Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.
  • Manajemen finansial
    Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.

SUMBER :

http://rajapresentasi.com/2012/04/bagaimana-cara-mengelola-manajemen-bisnis-secara-efektif/

http://www.portalhr.com/konsultasi/hr-praktis/hrpraktis-organisasi-kepemimpinan/sistem-pengelolaan-perusahaan-dan-keuangan-yang-ideal/

http://www.ciputraproperty.com/id/content/tata-kelola-perusahaan