Cahaya laser adalah cahaya yang pola gelombangnya bersifat sama yang terdiri dari berkas-berkas sinar yang berukuran halus dan hanya bisa terpancar secara lurus, namun pola superimpos pada laser dapat membuat laser tersebut berbelok. Pola tersebut dapat di disain dengan cara tertentu sehingga sejumlah garis pancaran cahaya yang menyusun sebuah sorotan laser dapat saling mempengaruhi satu sama lain sehingga tembakan laser tersebut berbelok.

Sebuah tembakan cahaya laser mampu berbelok sendiri dengan membentuk sudut seperti bumerang. Cahaya dengan ukuran diameter hanya beberapa mikrometer tersebut mampu merubah cara mengukir materi dalam ukuran mikroskopik dan nantinya akan dapat membantu para ahli bedah dalam membuat sayatan yang sangat tipis di area yang harus dioperasi tetapi sulit dijangkau dengan sinar laser lurus pada tubuh pasien.

Laser yang dapat dibelokan juga dapat digunakan untuk mengukir dan membentuk lekukan-lekukan pada kaca. Untuk mengirimkan cahaya dalam belokan membentuk lingkaran penuh dan menggunakannya untuk memanipulasi nanopartikel yang dapat dimuati dengan obat yang kemudian dapat dibimbing untuk mengobati daerah tertentu dalam tubuh. Selama ini cahaya laser memang telah berhasil digunakan sebagai “perangkap optis” untuk mengontrol nanopartikel, tetapi dengan menggunakan laser yang dapat dibelokkan ini, maka kontrol terhadap nanopartikel akan dapat di kembangkan kederajat yang lebih tinggi.

Jika ada dampak positif dari suatu hal , pasti ada juga dampak negatifnya begitu juga dengan cahaya laser. Seperti yang kita ketahui bahwa mata itu merupakan indera yang sangat sensitif. Jika terkena pancaran cahaya laser dikhawatirkan terjadi kebutaan pada mata.