1. Partikel Wa (は)

Dari sekian banyak partikel bahasa Jepang salah satunya adalah partikel wa. Partikel wa sebenarnya tidak bermakna . Fungsi wa dalam kalimat adalah sebagai penanda subjek atau topik dari kalimat. Partikel wa ketika ditulis dalam hiragana menjadi wa  (は) tapi tetap dilafalkan wa. Dengan begitu dalam hal ini perlu dibedakan antara  wa (は) sebagai partikel dengan wa (わ) sebagai huruf .

2. Partikel No (の)

Dalam kalimat , partikel no memiliki fungsi , yaitu :

  •  Penghubung dua kata benda

rumus  : S + の + O + desu

contoh : Arif yang berasal dari Indonesia

( Indonesia no Arif san desu )

  •  Sebagai kepemilikan

rumus  : S + の + KB + desu

contoh : buku milik saya

( Watashi no kaban desu )

3. Partikel O (を)

Partikel を digunakan dalam kalimat jika dalam kalimat terdapat objek dan predikat. Maka diantara objek dan predikat menggunakan partikel を.

Rumus : S + は + O +を + P

Contoh : Saya makan nasi

(  Watashi wa gohan o tabemasu )

4. Partikel E (へ)

Partikel ini bermakna “ke” . Partikel ini digunakan untuk menunjukkan arah tujuan suatu kegiatan . Partikel ini biasanya digunakan bersama kata kerja ikimasu (pergi) , kaerimasu (pulang) , kimasu (datang) .

Rumus : K.Tempat + へ + ikimasu/kaerimasu/kimasu

Contoh : Pergi ke sekolah

( Gakkou e ikimasu )