Global warming saat ini semakin terasa dampaknya bagi masyarakat di dunia , khususnya temperatur yang tidak tetap. Ternyata 50 tahun terakhir ini temperatur rata-rata di bumi naik secara cepat. Penyebab utama naiknya temperatur Bumi adalah akibat efek rumah kaca yang menurut sebagian ahli disebabkan oleh meningkatnya kandungan gas Karbon Dioksida (CO2) dan partikel polutan lainnya di atmosfer Bumi. Diibaratkan selimut, gas-gas tersebut akan menghalangi energi panas yang dipantulkan kembali oleh Bumi ke ruang angkasa.

Pada kondisi yang normal, efek rumah kaca itu baik karena bumi akan menjadi hangat dan dapat menjadi tempat hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Tanpa efek rumah kaca, bagian Bumi yang tidak terkena sinar matahari akan menjadi sangat dingin seperti di dalam freezer lemari es anda (-18C).  Namun akan menjadi buruk jika kandungan gas-gas rumah kaca di atmosfer semakin meningkat. Hal ini terjadi karena dengan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca, bumi juga akan semakin panas, akibatnya akan terjadi pencairan es di daerah kutub yang dapat menenggelamkan sebagian daratan tempat manusia dan makhluk-makhluk hidup darat lainnya tinggal.

Penyebab terbesar terjadinya global warming adalah akibat pemakaian batubara, gas dan minyak Bumi. Ketiga jenis bahan bakar tersebut adalah yang paling murah saat ini jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya. Pemakaiannya juga meningkat dari tahun ke tahun setelah tercetusnya revolusi industri. Sekarang ini banyak sekali orang-orang yang memiliki kendaraan lebih dari satu. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap produktivitas polusi yang merupakan salah satu penyebab terjadinya global warming. Pabrik/industri yang tumbuh di mana-mana untuk memenuhi pola konsumsi masyarakat modern yang semakin hari semakin meningkat juga sangat berpengaruh. Banyak dijumpai kawasan serap air atau area persawahan kini dibangun perumahan , pabrik/industri. Berarti , daerah untuk menyerap karbon dioksida yang sudah ikut merusak lapisan ozon semakin berkurang.

Setidaknya, dengan mengurangi emisi CO2 dan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil serta mencoba alternatif energi ramah lingkungan dan terbarukan, akan menjadikan bumi sedikit bersih dari polutan yang meracuni manusia. Apalagi untuk Indonesia yang saat ini berada pada tingkat polusi yang kabarnya sudah agak membahayakan bagi kesehatan penduduknya. Padahal indonesia dikenal dengan jantungnya dunia.