MATEMATIKA

Matematika adalah ilmu yang tidak jauh dari realitas kehidupan manusia. Secara etimologi, matematika berasal dari bahasa latin manthanein  atau mathemata yang berarti “belajar atau hal yang dipelajari” . Dalam bahasa belanda matematika disebut wiskunde atau dengan kata lain yaitu ilmu pasti , yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran .  Pada zaman purba , berabad-abad sebelum Masehi , manusia telah mempunyai kesadaran akan bentuk-bentuk benda di sekitarnya yang berbeda satu dengan yang lainnya. Apabila ada tumpukan batu yang tersisa berarti ada kambing yang belum masuk kandang dan dengan demikian jumlah kambing yang masuk kandang kurang dari jumlah semula. Praktik seperti ini adalah permulaan orang belajar berhitung , yang kelak kemudian akan menjadi tumbuhnya cabang baru matematika , yaitu aritmetika. Dari hal ini juga, manusia dapat menggunakan penalarannya dan mulai mengolahnya dengan memori.

Aplikasi matematika yang berhubungan dengan dunia psikologi adalah statistika. Statistika adalah cara ilmiah yang mempelajari pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran, dan penganalisisan data, serta penarikan kesimpulan yang valid berdasarkan penganalisisan yang dilakukan terhadap objek dan pembuatan keputusan yang rasional atas pengamatan yang telah dilakukan. Psikologi Matematika adalah sebuah pendekatan untuk penelitian psikologis yang didasarkan pada model matematis persepsi, proses kognitif dan motor, dan pada pembentukan aturan hukum seperti yang berhubungan karakteristik stimulus diukur dengan perilaku terukur. Dalam prakteknya “perilaku kuantitatif” sering didasari oleh “kinerja tugas”. Sebagai kuantifikasi perilaku adalah fundamental dalam upaya ini, teori pengukuran adalah topik sentral dalam psikologi matematika. Psikologi Matematika Oleh karena itu terkait erat dengan psikometri. Namun, di mana psychometrics berkaitan dengan perbedaan individual (atau struktur populasi) di sebagian besar variabel statis, psikologi matematika berfokus pada model proses persepsi, kognitif dan motor proses sebagai disimpulkan dari ‘individu rata-rata’ itu. Selain itu, di mana psychometrics menyelidiki struktur ketergantungan stokastik antara variabel seperti yang diamati dalam populasi, psikologi matematika hampir secara eksklusif berfokus pada pemodelan data yang diperoleh dari paradigma eksperimental dan karena itu, bahkan lebih erat terkait dengan psikologi eksperimental / psikologi kognitif / psychonomics. Seperti neuroscience komputasi dan ekonometri, teori psikologi matematika sering menggunakan optimalitas statistik sebagai prinsip penuntun, dengan asumsi bahwa otak manusia telah berevolusi untuk memecahkan masalah dengan cara yang dioptimalkan. Tema Tengah dari psikologi kognitif; kapasitas pemrosesan yang terbatas vs terbatas, serial vs pemrosesan paralel, dll, dan implikasinya, adalah pusat dalam analisis ketat dalam psikologi matematika. Matematika psikolog yang aktif di berbagai bidang psikologi, khususnya di psychophysics, sensasi dan persepsi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, belajar, memori, dan bahasa, yang dikenal sebagai psikologi kognitif, dan analisis kuantitatif perilaku tetapi juga, misalnya, dalam psikologi klinis, psikologi sosial, dan psikologi musik.

BIOLOGI
Manusia pada dasarnya mewarisi sifat-sifat fisik dari orang tuanya, atau juga nenek dan kakeknya secara genetik. Ciri-ciri ini nampak melalui aspek tinggi badan, warna kulit, warna mata, keadaan  rambut lurus atau kerinting, ketebalan bibir dan sebagainya. Sebagai contoh  sifat pendiam, talkactive, dominan atau pasif adalah ciri-ciri sifat alamiah manusia dan tidak dipelajari melalui pengalaman. Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya  pada tahun 1879  yang dipandang sebagai  awal dari kelahiran psikologi sebagai ilmu , pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika. Berdasarkan pandangan tersebut, bagian Sejarah Psikologi ini akan dibagi ke dalam beberapa periode dengan berbagai tokohnya.

Aplikasi  Biologi dalam bidang psikologi yaitu Metodologi Eksperimental. Cara ini dilakukan biasanya di dalam  sebuah laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen . Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen yang dilakukan , yaitu menentukan akan melakukan apa  saja pada sesuatu  yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas  yang diteliti dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. perkembangan biologis dan psikologis, satu sama lain saling ketergantungan, karena fungsi mental tertentu baru berkembang jika dasar-dasar biologis  sudah dibuat atau disusun antara perkembangan biologis dan psikologis ,  keutuhan jasmani atau fisik seseorang mempunyai dampak yang besar terhadap kesehatan psikis.

FISIKA

          Akhir-akhir ini tawaran terhadap aktivasi otak dengan brainwave semakin marak. Bila diteliti lebih jauh melalui internet, iklannya banyak sekali. Teknologi neuroscience berupa biofeedback atau biasa disebut juga sebagai neurofeedback kini di Indonesia menjadi komoditas perdagangan umum. Padahal biofeedback sebenarnya adalah alat kedokteran (medical device), yang digunakan oleh suatu badan pengawas obat dan makanan milik Amerika dinyatakan bahwa alat ini dilarang dijual ke masyarakat. Hanya tenaga profesi yang mempunyai izin yang berhak menggunakan teknologi ini. Hal ini demi menjaga keamanan masyarakat. Namun dalam perjalanan waktu perkembangan neuroscience ini banyak diambil alih oleh para meditator untuk mencapai tingkat konsentrasi yang tinggi. Hal ini kemudian semakin  berkembang di kalangan New Ager mancanegara.

Dengan menggunakan musik dan film, para New Ager melakukan meditasi tidak lagi dengan sikap meditasi berdiam diri, namun lebih rileks dalam mengkonsentrasikan diri. Duduk setengah tidur dan nenonton film video dan mendengarkan suara . Film video dan musik ini dirancang dengan maksud untuk mengaktivasi otak yang efeknya sebagaimana kondisi meditasi. Terapi ini sering juga disebut Terapi Kuantum yang berasal dari fisika kuantum. Dengan cara ini dipublikasi oleh para New Ager ini dapat juga menghasilkan keuntungan luar biasa bahkan bisa mempunyai 1001 manfaat. Mulai dari memperbaiki memori, meningkatkan inteligensi, menstabilkan hormon tubuh, menstabilkan kesehatan fisik dan psikologis, mengurangi stress, menghindari gangguan jiwa dan depresi.

KIMIA

          Ilmu kimia sebagian besar merupakan ilmu percobaan. Seperti penemuan Archimedes, sebagian besar perkembangan ilmu kimia merupakan hasil dari pengamatan dan percobaan, meskipun sering kali dilakukan dalam laboratorium. Dibandingkan dengan bidang yang lain, kimia terkesan lebih sulit, paling tidak pada tingkat dasar. Terdapat beberapa alasan untuk kesan sulit ini. Salah satunya, kimia memiliki perbendaharaan kata yang sangat khusus. Pada awalnya mempelajari kimia sama seperti mempelajari bahasa yang baru. Selain itu, beberapa konsepnya bersifat abstrak. Tetapi dengan ketekunan , bisa menyelesaikan pelajaran ini dengan berhasil dan mungkin dengan menyenangkan. Setiap ilmu termasuk ilmu sosial , menggunakan metode ilmiah , yaitu suatu pendekatan sistematik untuk melakukan penelitian. Sebagai contoh, seorang psikolog yang ingin mengetahui bagaimana suara berisik dapat mempengaruhi kemampuan orang untuk mempelajari kimia dan seorang kimiawan yang tertarik untuk mengukur panas yang dihasilkan ketika gas hidrogen terbakar di udara akan mengikuti prosedur yang mirip dalam melakukan penyelidikannya. Langkah pertama adalah mendefinisikan masalahnya secara hati-hati. Langkah berikutnya mencakup pelaksanaan percobaan, melakukan pengamatan secara hati-hati , dan mencatat informasi atau data tentang sistem, yaitu ruang lingkup penelitian.

About these ads